skip to content
Ynmo
Tanpa Kategori

10 Kiat untuk Mencegah Perilaku Agresif pada Anak Usia Dini

21 Januari 2025

Mungkin ada saat-saat ketika hati Anda merasa hangat oleh perilaku anak Anda saat berinteraksi dengan Anda atau lingkungannya, dan di saat lain Anda mungkin merasa frustrasi ketika ia menunjukkan perilaku negatif. Kendati demikian, ingatlah bahwa ketika anak Anda mencapai tahap masa kanak-kanak awal atau usia prasekolah, ia mungkin belum memiliki kemampuan untuk mengendalikan dirinya guna mengekspresikan kemarahannya secara tenang, dan hal ini umum terjadi di kalangan anak-anak pada tahap ini.

Alih-alih bertindak tenang, anak Anda mungkin bertindak kasar, seperti memukul atau menggigit saat merasa frustrasi. Dan sementara luapan emosi sesekali merupakan hal yang wajar—terutama saat tantrum—ada langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk mengarahkan perilaku anak Anda, meliputi:

  1. Ajarkan aturan keluarga. Anak-anak tidak memahami aturan yang Anda kira mereka pahami secara otomatis; ajarkan kepada mereka dan tetapkan aturan yang jelas serta ekspektasi terhadap perilaku mereka.
  2. Kendalikan emosi Anda. Ingatlah bahwa anak-anak kecil tidak memiliki kendali penuh atas diri mereka sendiri; mereka membutuhkan Anda untuk mengajari mereka cara mengekspresikan perasaan mereka dengan kata-kata alih-alih menendang, memukul, atau menggigit saat mereka merasa marah.
  3. Hindari ancaman. Alih-alih mengatakan "berhenti atau kamu akan dihukum", selalu lebih baik mengajari anak Anda perilaku alternatif. Abaikan perilaku buruk untuk sementara waktu, lalu beri tahu anak Anda apa yang harus ia lakukan sebagai gantinya tanpa menjatuhkan hukuman atau menetapkan syarat.
  4. Ungkapkan apresiasi Anda. Agar pendisiplinan perilaku baik menjadi lebih efektif, hal itu harus dilakukan secara konsisten, bukan hanya jika anak Anda melakukan perilaku buruk. Beri tahu anak Anda betapa ia adalah seorang "pahlawan" ketika ia bertindak dengan cara yang tepat alih-alih memukul, menendang, atau menggigit. Berikan pujian dan kasih sayang yang tulus ketika anak Anda bertindak dengan cara yang Anda sukai, seperti bersikap ramah dan penyayang.
  5. Lakukan intervensi pada waktu yang tepat. Awasi anak Anda secara cermat dan ikuti pertikaiannya dengan teman bermainnya. Jika masalahnya sepele, Anda bisa menjauh dan membiarkan anak-anak menyelesaikannya sendiri. Jika tidak, lakukan intervensi jika perselisihan berkembang menjadi perkelahian fisik yang berlanjut bahkan setelah mereka diminta untuk berhenti. Hal yang sama berlaku ketika salah satu anak tampak marah dan memukul atau menggigit yang lain. Pisahkan anak-anak dan biarkan mereka terpisah sampai mereka tenang.
  6. Ajarkan cara berkompromi. Ajari anak Anda untuk mengatakan "tidak" dengan nada tegas, membalikkan badan, atau mencapai kompromi daripada berkelahi secara fisik. Dengan menjadikan diri Anda sebagai teladan, ajari mereka bahwa menyelesaikan konflik dengan kata-kata jauh lebih efektif dan lebih beradab daripada menggunakan kekerasan fisik.
  7. Gunakan pengalihan yang sehat. Sementara Anda mengajari anak Anda cara merespons yang tepat, tidak ada salahnya mengalihkan perhatiannya saat ia mulai merasa kesal. Libatkan ia dalam aktivitas lain yang dapat membantunya menenangkan diri. Hanya saja, hindari "membujuknya" untuk mengubah perilakunya.
  8. Keluarkan ia dari lingkaran aktivitas. Tidak apa-apa menggunakan kartu keluar lapangan ketika perilaku anak Anda tidak pantas. Waktu jeda keluarnya harus menjadi pilihan terakhir dan gunakanlah dengan tenang serta bijak.
  9. Kendalikan suasana hati Anda. Salah satu cara terbaik untuk mengajari mereka perilaku yang tepat adalah dengan mengawasi suasana hati Anda sendiri. Jika Anda mengekspresikan kemarahan Anda dengan cara yang tenang dan damai, kemungkinan besar anak Anda akan mengikuti teladan Anda.
  10. Tetaplah kuat. Jika Anda harus mendisiplinkan anak Anda, jangan merasa bersalah karenanya dan jangan meminta maaf. Jika anak Anda merasakan perasaan campur aduk Anda, ia mungkin mengira bahwa dirinya benar selama ini dan Andalah yang "jahat".

Meskipun mendisiplinkan anak bukanlah hal yang menyenangkan, terkadang hal itu merupakan bagian penting dari pola asuh, karena anak Anda perlu memahami ketika apa yang dilakukannya salah. Ajari ia untuk bertanggung jawab atas tindakannya dan siap menerima konsekuensinya. Apakah Anda memperhatikan adanya perilaku negatif pada anak Anda?

Ynmo Tifli menyediakan bagi Anda sesi konsultasi bersama para spesialis bersertifikat yang berfokus pada pengubahan perilaku negatif anak menjadi perilaku positif secara ilmiah, terstruktur, dan efektif.

Pesan sesi sekarang dan ikuti dari rumah Anda!

Referensi:

Adapted from Caring for Your Baby and Young Child: Birth to Age Five 7th edition (Copyright © 2019 American Academy of Pediatrics)

Klik di sini untuk menuju ke artikel

Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.

Masukkan informasi kontak

Kami akan menghubungi Anda dalam 24 jam.