5 Hal yang Perlu Diketahui Guru Pendidikan Umum tentang ADHD
12 Oktober 2021
Sebagian guru di pendidikan umum menghadapi tantangan dalam menangani hiperaktivitas dan perilaku impulsif pada 10% dari mereka yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD), tetapi ingatlah bahwa mereka bukanlah siswa yang buruk dan cobalah membantu mereka dengan lima tips ini yang akan membuat mereka (dan orang tua mereka) berterima kasih kepada Anda!
1- Biarkan mereka bergerak
Beberapa penelitian menemukan bahwa anak-anak dengan ADHD belajar lebih baik jika mereka bergerak atau bergoyang saat melakukannya. Mereka membutuhkan gerakan, dan peran guru terletak pada menemukan cara-cara yang membantu mereka menyalurkan energi dengan baik tanpa memengaruhi orang lain. Guru dapat memanfaatkan mainan pereda stres seperti (mainan pop-it, bola stres, atau bahkan penghapus!).
Namun beberapa siswa mungkin membutuhkan lebih dari itu, misalnya izinkan anak-anak duduk di atas bola latihan kebugaran. Pertimbangkan juga untuk mengizinkan mereka berdiri di atas meja belajar di bagian belakang, dan jika ada beberapa anak yang harus berdiri dan bergerak dari tempatnya, cobalah membuat jalur untuk mereka berjalan—sambil mendengarkan pada saat yang sama—di dalam kelas, cobalah juga untuk menyertakan jeda istirahat di mana mereka berdiri dan melakukan peregangan.
2- Tingkatkan pendidikan jasmani dan waktu istirahat
Anak-anak yang mengambil waktu istirahat memiliki performa lebih baik dalam tes standar dibandingkan mereka yang tidak beristirahat. Jika Anda membatasi waktu bergerak dan aktivitas tinggi, bersiaplah menanggung konsekuensinya! Kebutuhan anak-anak ADHD untuk bergerak bersifat kumulatif dan menumpuk sepanjang hari, mereka harus diberi waktu istirahat untuk melepaskan energi yang terkumpul, dan melarang mereka dari hal tersebut karena perilaku buruk yang mereka lakukan atau tugas sekolah yang belum diselesaikan justru memberikan hasil yang kontraproduktif.
3- Berikan mereka prioritas dalam pemilihan tempat duduk
Sebagian anak dengan ADHD mengalami distraksi visual dan harus mendapatkan prioritas duduk di kursi depan. Adapun bagi mereka yang mengalami distraksi pendengaran, yaitu anak-anak yang selalu menoleh ke belakang saat mendengar suara apa pun, duduk di bagian belakang kelas membuat mereka mendengarkan Anda dengan lebih baik. Anda harus mengizinkan mereka duduk di bagian belakang kelas. Berhati-hatilah agar tidak menjauhkan kursi anak dari teman-temannya dan membuatnya duduk sendirian; tindakan ini memberinya rasa malu dan stigma serta memberi lampu hijau kepada siswa lain secara tidak sadar untuk merundungnya. Setiap perubahan tempat duduk anak harus dilakukan secara pribadi dan bukan di depan semua siswa, serta tanpa membuatnya merasa putus asa. Salah satu caranya adalah dengan mengubah tempat duduk semua siswa agar tidak ada yang merasa menjadi penyebabnya, dan jika Anda mendapatinya masih bergoyang dan bergerak di tempat baru yang Anda pilihkan, jangan ragu untuk mengatur ulang tempat duduk sekali lagi!
4- Perhatikan perilaku baik mereka, dan abaikan perilaku buruk
Anak-anak dengan ADHD menerima banyak ungkapan negatif tentang diri mereka. Oleh karena itu, ketika Anda melihat mereka mengendalikan perilaku mereka atau menyelesaikan tugas dan pekerjaan mereka, pastikan untuk memperhatikan dan memujinya, serta bersikap toleran terhadap hal yang sebaliknya. Kesetaraan tidak selalu berarti keadilan; kebanyakan anak—bahkan orang dewasa—menjadi lebih baik dengan dorongan dan pujian daripada koreksi dan pendisiplinan. Ketika ada beberapa masalah yang perlu ditangani, bersikaplah jelas dan spesifik, "ia mencoret-coret jawaban dan sering bangun dari kursinya hari ini" lebih baik daripada "ia buruk hari ini", pertimbangkan untuk menentukan tiga masalah jika Anda menghadapinya dan berikan penilaian harian dari skala 5, di mana 1 - 2 dianggap bermasalah, 3 adalah rata-rata, dan 4 - 5 berarti hari yang luar biasa, sehingga orang tua dapat mengetahui perilaku anak mereka dan memperkuat atau mengarahkannya.
5- Jangan pernah menyebutkan pengobatan medisnya di dalam kelas
Menanyakan kepada anak tentang pengobatannya di kelas atau di depan salah satu temannya merupakan pelanggaran privasi. Sebagian besar guru yang membaca ini menyetujuinya, tetapi berdasarkan apa yang dikatakan anak-anak, hal itu kerap terjadi pada mereka dari waktu ke waktu, dan itu adalah hal yang membawa bencana serta merusak bagi mereka, yang sering kali menyebabkan mereka berhenti minum obat dan tidak menyelesaikan pengobatan. Lebih baik memberi isyarat kepadanya dan mengatakan "Tampaknya kamu terdistraksi hari ini" atau "Kamu tampak sangat aktif" daripada menanyakannya tentang pengobatannya. Dan jika Anda perlu berbicara dengannya tentang obat, ingatlah untuk berbicara secara empat mata. Terakhir, jangan ragu untuk membagikan pengamatan Anda kepada orang tua mengenai efek samping obat atau ketidakefektifan obat (atau dengan dokter anak setelah mendapat izin dari orang tua); pengamatan Anda sangat berharga, karena Anda duduk bersama anak selama delapan jam sehari, lima hari seminggu, selama sembilan bulan, dan pendapat profesional Anda penting.
Diterjemahkan dengan adaptasi
Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.




