
Mengapa Usia 2 hingga 7 Tahun Penting untuk Perkembangan Otak Anak?
19 Desember 2021
Otak anak-anak berkembang dalam lonjakan-lonjakan yang disebut periode kritis. Perkembangan pertama semacam ini terjadi pada usia sekitar dua tahun, sedangkan yang kedua terjadi selama masa remaja. Pada awal periode-periode ini, jumlah koneksi saraf di antara sel-sel otak (neuron) berlipat ganda. Anak-anak pada usia dua tahun memiliki dua kali lipat jumlah koneksi saraf dibandingkan orang dewasa. Karena hubungan di antara sel-sel otak ini adalah tempat terjadinya pembelajaran, jumlah koneksi saraf yang berlipat ganda memungkinkan otak untuk belajar lebih cepat dibandingkan dengan periode lain mana pun dalam kehidupan. Oleh karena itu, pengalaman anak-anak pada tahap ini memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan mereka.
Periode kritis pertama bagi perkembangan otak ini dimulai sekitar usia dua tahun dan berakhir pada usia tujuh tahun. Periode ini memberikan kesempatan luar biasa untuk meletakkan fondasi bagi pendidikan anak-anak yang menyeluruh. Terdapat empat cara untuk memaksimalkan periode kritis ini, yang meliputi mendorong kecintaan belajar, berfokus pada keluasan cakupan pengembangan keterampilan alih-alih pendalaman, memperhatikan kecerdasan emosional, dan tidak memperlakukan pendidikan anak usia dini sekadar sebagai pengantar untuk pembelajaran "yang sesungguhnya"
Dorong kecintaan belajar
Anak-anak perlu menikmati proses belajar alih-alih berfokus pada performa. Pendidik dan orang tua dapat menekankan kegembiraan mencoba aktivitas baru dan mempelajari hal baru. Kita perlu membantu anak-anak memahami bahwa kesalahan adalah bagian alami dari pembelajaran
Periode ini juga merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan pola pikir berkembang, yaitu keyakinan bahwa bakat dan kemampuan dapat dikembangkan melalui usaha alih-alih bersifat bawaan. Para profesional harus menghindari melabeli anak-anak dengan pernyataan umum tentang kemampuan mereka. Bahkan pujian seperti "Kamu sangat pintar" dapat menjadi bumerang. Sebaliknya, fokuslah pada ketekunan dan menciptakan ruang yang aman untuk belajar. Anak-anak akan belajar mencintai belajar jika kita menunjukkan antusiasme terhadap prosesnya alih-alih berfokus pada hasil
Fokus pada perluasan cakupan pengembangan keterampilan alih-alih pendalaman
Salah satu cara untuk menghindari fokus pada hasil selama tahap perkembangan ini adalah dengan menekankan keluasan cakupan pengembangan keterampilan alih-alih pendalaman. Memperkenalkan anak-anak pada beragam aktivitas meletakkan dasar bagi pengembangan keterampilan di berbagai bidang. Ini adalah waktu yang tepat untuk melibatkan anak-anak dalam membaca, olahraga, matematika, seni, sains, dan bahasa. Melibatkan anak-anak dalam beragam aktivitas sangat penting, khususnya bagi anak-anak usia 2 hingga 7 tahun. Otak mereka yang sedang berkembang siap menyerap berbagai keterampilan selama periode pengembangan keterampilan di berbagai bidang ini, dan ketahuilah pula bahwa ada banyak waktu untuk berspesialisasi dan berfokus pada satu keterampilan nantinya
Jangan abaikan kecerdasan emosional
Ya, kita ingin anak-anak membaca dengan baik dan mempelajari dasar-dasar matematika. Namun, kita tidak boleh mengabaikan kecerdasan emosional. Manfaat pembelajaran selama periode kritis pertama dari perkembangan otak ini harus meluas ke keterampilan interpersonal seperti kebaikan hati, empati, dan kerja sama tim
Daniel Siegel dan Tina Payne Bryson menjelaskan pentingnya mengembangkan empati anak-anak dalam buku mereka The Whole-Brain Child. Empati dimulai dengan seseorang mengakui perasaannya sendiri. Oleh karena itu, mereka menyarankan untuk membantu anak-anak dalam kelompok usia ini menamai emosi mereka ("Aku merasa sedih") lalu menceritakan kisah tentang apa yang membuat mereka merasa demikian ("Aku merasa sedih karena aku menginginkan es krim dan kamu melarangku"). Begitu anak-anak terbiasa mengidentifikasi emosi, pendidik dapat mulai mengajukan pertanyaan yang mendorong mereka untuk mempertimbangkan perasaan orang lain.
Salah satu cara untuk mendorong kepedulian terhadap orang lain adalah dengan melibatkan anak-anak dalam apa yang dilakukan orang dewasa untuk orang lain. Bahkan membiarkan anak-anak kecil membantu pekerjaan rumah tangga dapat membuat mereka lebih suka menolong dan lebih perhatian
Jangan memperlakukan pendidikan anak sebagai sekadar langkah sebelum pembelajaran sesungguhnya
Otak anak-anak mampu menyerap informasi secara unik selama tahap kritis ini. Jika kecerdasan didefinisikan sebagai kemampuan untuk belajar, anak-anak berusia 2 hingga 7 tahun mungkin merupakan manusia paling cerdas di muka bumi.
Penelitian menunjukkan bahwa beberapa keterampilan tidak dapat dipelajari dengan tingkat kemahiran yang sama setelah periode kritis pertama perkembangan otak ini. Sebagai contoh, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dalam kelompok usia ini paling cocok untuk mempelajari pola perkembangan bahasa, yang memungkinkan mereka menguasai bahasa kedua dengan tingkat kefasihan yang sama seperti bahasa ibu. Setelah itu, begitu anak-anak mencapai usia delapan tahun, efisiensi pembelajaran bahasa mereka menurun, dan bahasa kedua tidak dapat dituturkan sebaik bahasa ibu.
Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.




