skip to content
Ynmo
Tanpa Kategori

Dampak Penggabungan Permainan dengan Kegiatan Pendidikan!

5 Juni 2022

Sebuah studi baru menyajikan hasil yang menjanjikan bagi program anak usia dini yang bertujuan untuk mengembangkan fungsi eksekutif pada anak-anak melalui bermain, di mana anak-anak di ruang kelas yang menyertakan program berbasis bermain menunjukkan peningkatan signifikan dalam fungsi eksekutif, bahasa, dan keterampilan motorik. Hasil studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal "Frontiers in Psychology".

Fungsi eksekutif mengacu pada sekumpulan proses mental yang membantu orang mengatur perilaku mereka, dan keterampilan penting ini mencakup inhibisi, memori kerja, dan pemikiran fleksibel. Studi juga menunjukkan bahwa anak-anak yang memperoleh skor lebih tinggi dalam fungsi eksekutif berkinerja lebih baik di masa depan, serta menunjukkan keberhasilan akademis, kompetensi sosial, dan kesehatan mental.

Penulis studi, "Robbin Gibb" dan timnya, melakukan penelitian untuk mengeksplorasi efektivitas program prasekolah yang dirancang untuk membantu anak-anak mengembangkan fungsi eksekutif. Program berbasis bermain ini, yang dinamai Building Brains and Futures, menggunakan sepuluh permainan untuk membangun keterampilan dan membantu anak melatih memori kerja, fleksibilitas kognitif, dan inhibisi. Permainan ini dirancang agar mudah diintegrasikan ke dalam kelas, dan mencakup kegiatan seperti menyusun balok dan bermain imajinasi.

Studi percontohan ini membandingkan ruang kelas yang menerapkan program (kelompok eksperimen) dan ruang kelas yang tidak menerapkan program (kelompok kontrol), dan menemukan hasil awal yang menjanjikan. Program ini kemudian diimplementasikan di empat lokasi pendidikan yang berbeda, dan setiap kelompok berjumlah total 68 anak usia prasekolah.

Guru kelas terlebih dahulu menghadiri lokakarya untuk mendapatkan arahan mengenai program tersebut. Kemudian mereka diminta untuk mengintegrasikan setidaknya satu permainan setiap hari di ruang kelas dan merotasi kesepuluh permainan secara teratur. Untuk mengukur keberhasilan program, para peneliti juga meminta anak-anak menyelesaikan empat penilaian meja yang berbeda pada awal dan akhir tahun ajaran, dan para orang tua juga mengisi kuesioner untuk mengevaluasi perilaku anak-anak mereka.

Menurut hasil penelitian, anak-anak menunjukkan peningkatan dalam tiga dari empat tugas. Pertama, anak-anak melakukan lebih sedikit kesalahan dalam dua tugas dasar yang mengharuskan mereka membuat ulang empat model dari balok susun. Tugas ini mengharuskan anak-anak mengingat instruksi tugas, mengingat tempat peletakan balok, dan membayangkan model dari berbagai sudut pandang. Anak-anak juga menunjukkan peningkatan dalam tugas "rumput atau salju" yang mendorong mereka untuk menerima gagasan bahwa kertas putih mewakili rumput dan kertas hijau mewakili salju, menguji inhibisi, memori, dan pemikiran fleksibel mereka.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kinerja yang lebih baik pada tugas meja berkaitan dengan perilaku yang lebih baik menurut kuesioner orang tua. Misalnya, anak-anak yang lebih cepat dalam menyelesaikan tugas merakit balok besar memperoleh skor lebih tinggi dalam komunikasi, keterampilan motorik kasar, pemecahan masalah, dan aspek personal/sosial pada kuesioner usia dan tahapan perkembangan, yang dianggap sebagai alat ukur berskala luas untuk menyaring perkembangan secara umum. ASQ-3 terdiri dari 21 kuesioner yang dirancang untuk mengidentifikasi anak-anak kecil yang memerlukan evaluasi perkembangan yang lebih komprehensif untuk komunikasi, motorik kasar, motorik halus, pemecahan masalah, dan keterampilan sosial personal mereka.

Para penulis studi juga mencatat bahwa semua ruang kelas mampu mengintegrasikan permainan dengan mudah ke dalam aktivitas rutin mereka, yang menunjukkan bahwa program tersebut dapat diintegrasikan secara fleksibel ke dalam program pendidikan anak usia dini. Kendati demikian, studi ini bukannya tanpa keterbatasan. Sebagai contoh, karena para peneliti berfokus pada data rata-rata, mereka mengakui kemungkinan beberapa anak mengalami peningkatan di area tertentu sementara yang lain tidak. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap data dapat memberikan wawasan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan anak dalam memecahkan masalah.

Sumber

Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.

Masukkan informasi kontak

Kami akan menghubungi Anda dalam 24 jam.