Intervensi Dini Berbasis Bermain
2 November 2022
Pelatihan orang tua dalam sesi terapi wicara untuk intervensi dini dapat diberikan melalui intervensi berbasis bermain atau aktivitas rutin.
Dalam artikel ini, kami membagikan kepada Anda panduan tentang praktik terbaik seputar pelatihan orang tua melalui intervensi dini berbasis bermain.
Intervensi berbasis bermain didefinisikan oleh What Works Clearinghouse (WWC, 2012) sebagai «praktik yang dirancang untuk meningkatkan perkembangan sosial, emosional, fisik, dan kognitif melalui bermain interaktif». Intervensi ini dapat diterapkan di berbagai tempat, termasuk di klinik, kelompok kecil, dan di rumah. Intervensi berbasis bermain dapat diberikan dalam sesi individu bersama terapis, atau orang tua/pengasuh dapat dilatih untuk menggunakan strategi pendukung saat bermain.
• Roberts dan Kaiser pada tahun 2011 menemukan bahwa pelatihan orang tua untuk keterampilan komunikasi sosial melalui bermain yang berfokus pada peningkatan responsivitas orang tua terhadap respons anak memiliki dampak positif pada keterampilan bahasa anak-anak.
Selain itu, Barton dkk. pada tahun 2020 menemukan bahwa pengajaran langsung keterampilan bermain pada anak-anak penyandang disabilitas berusia antara 2 dan 5 tahun memiliki dampak yang efektif, dan studi tersebut menemukan bukti kuat yang mendukung penggunaan pemodelan keterampilan bermain dan bahasa oleh orang dewasa bersama anak-anak penyandang disabilitas.
Oleh karena itu, para peneliti merekomendasikan agar orang dewasa memodelkan berbagai perilaku bermain (berbagai jenis permainan), menggunakan beragam mainan umum (boneka, balok, dll.).
Poin yang perlu dipertimbangkan:
bahwa meskipun bermain terstruktur adalah kesempatan belajar yang berharga bagi anak-anak usia dini, ini hanyalah satu dari 11 kategori lingkungan aktivitas keluarga dan komunitas tempat anak-anak berpartisipasi, dan bermain itu sendiri mungkin bukan rutinitas harian bagi semua keluarga. Oleh karena itu, menargetkan keterampilan dan strategi dalam aktivitas bermain di rumah mungkin bukan cara yang paling sesuai atau efisien untuk menargetkan beberapa keterampilan atau strategi, karena hal tersebut bukan bagian dari rutinitas alami atau lingkungan mereka.
Oleh karena itu, disarankan agar terapis memperoleh wawasan tentang apa yang dilakukan keluarga sepanjang hari, dan memberikan pelatihan orang tua/pengasuh di tempat yang paling sesuai untuk mereka.
Strategi terapi «tanpa tas»
McWilliam pada tahun 2010 menyebut tas mainan sebagai «ikon pengunjung rumah intervensi dini» karena tas mainan biasanya penuh dengan mainan stimulatif yang dianggap bermanfaat bagi perkembangan anak (kognisi, bahasa, dll.), dan mungkin juga mencakup berbagai barang bermanfaat dan menstimulasi lainnya yang dirasa perlu oleh terapis.
Terapis yang membawa tas mainan ke rumah cenderung memberikan intervensi langsung kepada anak dengan berinteraksi bersama anak dan bermain menggunakan mainan tersebut, alih-alih melatih orang tua/pengasuh untuk menggunakan strategi.
Sesekali, orang tua/pengasuh akan berpartisipasi dalam sesi, dan biasanya di akhir kunjungan, mainan dikemas kembali ke dalam tas dan dibawa pergi.
Meskipun menggunakan tas mainan dengan cara ini dalam kunjungan rumah bukanlah hal yang «buruk», hal ini bisa menjadi tidak masuk akal jika mainan dibawa pergi di akhir sesi, sehingga keluarga tidak dapat menggunakan materi yang sama setelah kunjungan tersebut.
Sebagian orang tua/pengasuh merasa sulit untuk mereplikasi strategi yang ditunjukkan oleh terapis saat menggunakan mainan mereka sendiri, sehingga latihannya terbatas. Selain itu, membawa pergi tas mainan setelah sesi berakhir memberi kesan bahwa isi taslah yang membuat perbedaan, bukan strategi dan pendekatannya.
Baru-baru ini, penyedia layanan intervensi dini mulai mengadopsi pendekatan terapi «bebas tas». Ini melibatkan penggunaan materi yang tersedia di lingkungan rumah, dan mendemonstrasikan cara menggunakannya untuk mendukung perkembangan anak, alih-alih membawa tas mainan.
Terapis dapat mendemonstrasikan cara menggunakan barang-barang yang sudah dikenal sebagai mainan atau mereka dapat melatih orang tua/pengasuh tentang cara menggunakan strategi fasilitasi bahasa dalam rutinitas sehari-hari.
Barang alternatif yang dapat digunakan sebagai mainan di rumah:
- Gunakan buku bergambar dan label pada barang-barang sehari-hari, serta bicarakan dengan anak tentang gambar majalah atau gambar yang muncul di iklan gratis.
- Kocok sedikit sabun untuk membuat gelembung Anda sendiri, dan gunakan bulu, sobekan kecil kertas, atau tisu untuk meletuskan gelembung tersebut.
- Menggunakan alat musik atau sendok kayu dan memukul panci, contohnya: masukkan beras kering atau makaroni ke dalam wadah kosong dan goyangkan.
- Menggunakan sereal seperti: cornflakes, beras kering, atau makaroni (jika anak masih suka memasukkan barang ke dalam mulut),
- Isi bak mandi atau wadah plastik kosong dengan air dan biarkan anak Anda menikmati waktunya
Dengan mengunduh aplikasi Ynmo Plan, mulailah deteksi dini terhadap bahasa anak Anda dan terapkan skala perkembangan bahasa untuk mengetahui sejauh mana keterampilan bahasanya berkembang
Coba skala perkembangan bahasa sekarang!
Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.




