Fakta dan Statistik tentang Gangguan Spektrum Autisme
25 Oktober 2021
Pada tahun 2020, Pusat Pengendalian Penyakit AS melaporkan bahwa sekitar 1 dari setiap 54 anak di Amerika Serikat didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme, menurut data tahun 2016.
- Prevalensi gangguan spektrum autisme adalah 1 dari setiap 34 laki-laki.
- Prevalensi gangguan spektrum autisme adalah 1 dari setiap 144 perempuan.
- Laki-laki empat kali lebih rentan terkena autisme dibandingkan perempuan.
- Sebagian besar anak masih didiagnosis setelah usia 4 tahun, meskipun gangguan spektrum autisme dapat didiagnosis secara andal pada usia dua tahun.
- 31% anak dengan gangguan spektrum autisme mengalami disabilitas intelektual (tingkat kecerdasan [IQ] < 70), 25% berada pada rentang batas (IQ 71–85), dan 44% memiliki skor IQ pada rata-rata hingga di atas rata-rata (yaitu IQ > 85).
- Autisme memengaruhi semua kelompok ras, sosial, dan ekonomi.
- Kelompok minoritas cenderung lebih sering didiagnosis terlambat.
- Intervensi dini memberikan peluang terbaik untuk mendukung perkembangan yang sehat dan memberikan manfaat sepanjang rentang hidup.
- Hingga saat ini belum ada pemeriksaan medis untuk gangguan spektrum autisme.
Apa yang menyebabkan gangguan spektrum autisme?
- Penelitian menunjukkan bahwa genetik memainkan peran besar dalam banyak kasus.
- Anak-anak yang lahir dari orang tua yang lebih tua lebih rentan terkena gangguan spektrum autisme.
- Orang tua yang memiliki anak dengan gangguan spektrum autisme memiliki peluang 2 hingga 18 persen untuk memiliki anak lain dengan gangguan spektrum autisme.
- Penelitian menunjukkan bahwa di antara kembar identik, jika satu anak mengalami autisme, anak yang lain akan terpengaruh sekitar 36 hingga 95 persen waktu. Pada kembar non-identik, jika satu anak memiliki gangguan autisme, anak yang lain terpengaruh sekitar 31 persen waktu.
- Selama dua dekade terakhir, penelitian ekstensif mempertanyakan apakah ada hubungan antara vaksin masa kanak-kanak dan autisme. Hasil penelitian ini jelas: vaksin (imunisasi) tidak menyebabkan autisme.
Intervensi dan dukungan:
Intervensi dini dapat meningkatkan keterampilan belajar, komunikasi, dan keterampilan sosial, di samping perkembangan pertumbuhan dasar otak.
- Analisis Perilaku Terapan (ABA) dan terapi yang berbasis pada prinsip-prinsipnya merupakan intervensi perilaku yang paling banyak diteliti dan paling banyak digunakan untuk autisme.
- Banyak anak dengan gangguan spektrum autisme juga memperoleh manfaat dari intervensi lain seperti terapi wicara dan okupasi.
- Kemunduran perkembangan, atau kehilangan keterampilan, seperti bahasa dan minat sosial, memengaruhi sekitar 1 dari setiap 5 anak yang didiagnosis autisme. Hal ini biasanya terjadi antara usia 1 dan 3 tahun.
Tantangan terkait:
Diperkirakan sepertiga dari individu dengan gangguan spektrum autisme adalah non-verbal (tidak berbicara)
- 31% anak dengan gangguan spektrum autisme mengalami disabilitas intelektual (tingkat kecerdasan [IQ] < 70) dengan adanya tantangan signifikan dalam fungsi sehari-hari, dan 25% berada pada rentang batas (IQ 71–85).
- Hampir separuh dari penderita autisme berkeliaran atau kabur dari tempat yang aman.
- Hampir dua pertiga anak dengan autisme yang berusia antara 6 dan 15 tahun pernah mengalami perundungan.
- Hampir 28 persen anak berusia 8 tahun dengan gangguan spektrum autisme memiliki perilaku melukai diri sendiri, di antaranya yang paling umum adalah membenturkan kepala, menggigit lengan, dan menggaruk kulit.
- Tenggelam tetap menjadi penyebab utama kematian bagi anak-anak dengan autisme dan menyumbang sekitar 90 persen dari kematian yang berkaitan dengan berkeliaran atau menyelinap pergi oleh mereka yang berusia 14 tahun atau lebih muda.
Kondisi medis dan kesehatan mental yang menyertai:
Autisme dapat memengaruhi seluruh tubuh.
- Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) memengaruhi sekitar 30 hingga 61 persen anak dengan gangguan spektrum autisme.
- Lebih dari separuh anak dengan autisme mengalami satu atau lebih masalah tidur kronis.
- Gangguan kecemasan memengaruhi sekitar 11 hingga 40 persen anak-anak dan remaja dengan gangguan spektrum autisme
- Depresi memengaruhi sekitar 7% anak-anak dan 26% orang dewasa dengan gangguan spektrum autisme
- Kemungkinan anak-anak dengan gangguan spektrum autisme mengalami satu atau lebih gangguan pencernaan kronis meningkat lebih tinggi dibandingkan anak-anak lainnya.
- Hingga sepertiga orang dengan gangguan spektrum autisme mengalami epilepsi (gangguan kejang).
- Penelitian menunjukkan bahwa skizofrenia memengaruhi antara 4 dan 35 persen orang dewasa dengan gangguan spektrum autisme. Sebaliknya, skizofrenia memengaruhi sekitar 1,1 persen dari populasi umum.
- Masalah kesehatan yang terkait dengan autisme dapat berlanjut sepanjang rentang hidup — dari anak-anak kecil hingga lansia. Hampir sepertiga (32 persen) anak-anak berusia antara 2 dan 5 tahun dengan gangguan spektrum autisme mengalami kelebihan berat badan dan 16 persen mengalami obesitas parah. Sebaliknya, kurang dari seperempat (23 persen) dari mereka yang berusia antara 2 dan 5 tahun pada populasi umum mengalami kelebihan berat badan dan hanya 10 persen yang mengalami obesitas medis.
Sumber:
.http://www.autismspeaks.org/autism-statistics
Artikel terkait:
Gangguan spektrum autisme antara fakta dan penyebab
Siapakah tim diagnosis gangguan spektrum autisme?
Sarankan kepada kami topik yang ingin Anda baca di artikel kami
Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.






