skip to content
Ynmo
Untuk Profesional

Bagaimana Kita Melatih Orang Tua dalam Intervensi Dini?

16 Agustus 2022

Salah satu metode pelaksanaan sesi intervensi gangguan bahasa adalah mendukung keluarga secara pengetahuan dengan membangun keterampilan mereka, serta melatih mereka tentang cara mengembangkan keterampilan bahasa anak mereka.

Pelatihan orang tua merupakan prinsip dasar dalam intervensi anak usia dini. Telah terbukti bahwa pelatihan yang efektif dapat dilakukan bersama banyak pihak (keluarga, guru, pengasuh di tempat penitipan anak, dll.), di berbagai tempat (di rumah, atau di luar), dan dalam berbagai kondisi (selama intervensi dini, di ruang kelas anak usia dini, dan lain-lain).

Terdapat lebih dari satu metode untuk melatih orang tua, salah satunya adalah pendekatan TMCR yang berarti: mengajar-mencontohkan-melatih-meninjau

Pendekatan TMCR

Teach-Model-Coach-Review Berikut adalah rincian untuk setiap langkah:

Langkah 1: Mengajar (Pengantar)

  • Menjelaskan alasan penggunaan strategi
  • Memberikan contoh baik dari penerapan maupun dari contoh sebelumnya
  • Mendeskripsikan dan menjelaskan bagaimana dan kapan strategi tersebut digunakan bersama anak
  • Memberikan contoh baik dari penerapan maupun dari contoh sebelumnya
  • Memastikan pemahaman mereka, dan menanyakan apakah mereka memiliki pertanyaan
  • Menyajikan materi dalam bentuk berkas atau desain untuk memperkuat informasi, dan sebagai rujukan bagi orang tua saat dibutuhkan.

Langkah 2: Mencontohkan (Penjelasan)

  • Terapkan strategi bersama anak, dan saat Anda mempraktikkan strategi tersebut, jelaskan kapan dan mengapa Anda menggunakannya.
  • Hubungkan strategi tersebut dengan perilaku dan bahasa anak (misalnya, «Ketika saya melakukan X, anak Anda melakukan Y»).
  • Anda juga dapat membicarakan waktu-waktu ketika strategi tersebut tidak digunakan, agar orang tua dapat mengenali perbedaannya.

Langkah 3: Melatih (Praktik)

  • Memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mempraktikkan strategi tersebut.
  • Melatih orang tua untuk menggunakannya secara efektif dengan memberikan umpan balik yang membangun. Umpan balik harus mencakup pujian dan kata-kata positif (jelaskan kepada mereka hal-hal yang telah mereka lakukan dengan baik dan alasannya), serta berikan juga umpan balik yang membangun untuk meningkatkan atau mengubah cara penerapan strategi tersebut.

Langkah 4: Meninjau (Evaluasi dan Refleksi)

  • Diskusikan dengan orang tua tentang apa yang mereka rasakan mengenai sesi tersebut dan strategi yang ditargetkan, serta tanyakan apakah mereka memiliki pertanyaan.
  • Perkuat cara keluarga menggunakan strategi yang ditargetkan dan hubungkan dengan perilaku anak/keterampilan bahasa/komunikasi.
  • Ajukan dan bicarakan bersama mereka tentang tantangan yang terjadi selama sesi, atau yang mungkin terjadi pada mereka saat penerapan nanti.
  • Menyusun rencana untuk sesi berikutnya (mengonfirmasi janji temu berikutnya, tempat, dan sebagainya).

Terdapat pula metode lain untuk melatih orang tua yang mencakup lima praktik utama, yaitu:

  • Perencanaan Bersama

Praktisi dan keluarga menyepakati tindakan yang harus diambil oleh masing-masing pihak setelah kunjungan, seperti: strategi apa yang akan dipraktikkan keluarga bersama anak di antara sesi dan bagaimana cara menerapkannya.

  • Pemantauan dan Observasi

Terdapat dua cara observasi.Pertama: praktisi menerapkan strategi dan keluarga mengamati cara penerapannya, dengan tujuan mempelajari keterampilan, strategi, atau ide baru.Kedua: keluarga menerapkan strategi dan praktisi mengamatinya, dengan tujuan untuk mendiskusikan dan merefleksikannya setelah itu. Praktisi juga dapat memberi tahu mereka tentang hal-hal positif yang telah mereka lakukan, dan meminta mereka untuk menerapkan strategi tambahan. Misalnya, jika keluarga tidak berbicara dengan anak saat bermain, praktisi dapat meminta mereka untuk menggunakan rutinitas verbal saat bermain juga.

  • Penerapan/Praktik

Keluarga menerapkan strategi yang telah mereka pelajari selama kegiatan yang direncanakan atau situasi spontan yang terjadi sepanjang hari. Kegiatan ini dapat berlangsung selama kunjungan, di rumah, saat bertamasya, serta kapan saja dan di mana saja.

  • Refleksi

Praktisi menanyakan kepada keluarga tentang apa yang terjadi dan mendorong mereka untuk merefleksikan apa yang berjalan dengan baik dan apa yang tidak berjalan sesuai rencana. Kemudian praktisi bekerja sama dengan keluarga untuk memunculkan ide-ide lain untuk dicoba, sehingga dapat terus meningkatkan keterampilan dan pengamatan mereka secara berkelanjutan.

  • Saran dan Umpan Balik

Setelah langkah sebelumnya (refleksi keluarga terhadap praktik yang telah diterapkan), mereka dibimbing dan diberikan saran, serta umpan balik harus didasarkan pada pengamatan praktisi selain hal-hal yang telah mereka bagikan. Praktisi juga harus mendengarkan umpan balik dari keluarga atau menambahkan informasi yang meningkatkan pengetahuan keluarga tentang strategi tersebut, (misalnya, jika salah satu orang tua menjelaskan apa yang telah dicobanya saat waktu makan, praktisi memberikan ide-ide tambahan).

Sumber

Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.

Masukkan informasi kontak

Kami akan menghubungi Anda dalam 24 jam.