skip to content
Ynmo
Untuk Profesional

Mengajarkan Keterampilan Membaca kepada Anak dengan Disabilitas Intelektual

1 November 2021

Anak-anak mulai memperoleh keterampilan membaca jauh sebelum masuk ke pendidikan formal, tetapi belajar membaca kata, frasa, dan kalimat utuh adalah hal yang perlu diajarkan begitu mereka memasuki sistem persekolahan. Keterampilan membaca dini, seperti kata-kata visual (sight words), sebaiknya diajarkan kepada anak-anak pada tahap prasekolah. Begitu anak-anak mulai mempelajari kata-kata visual, hal tersebut akan memberi mereka lebih banyak rasa percaya diri terhadap kemampuan membaca mereka dan pada gilirannya akan mengurangi rasa frustrasi. Ketika anak-anak merasa percaya diri dengan kemampuan mereka membaca kata-kata visual, hal ini akan membantu mereka menjadi pembaca yang baik, agar mereka menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan berkontribusi. Dan agar seseorang dapat mandiri, ia harus mampu berpindah dari satu tempat ke tempat lain, pergi berbelanja di toko kelontong, atau mengisi formulir lamaran kerja.

Semua hal ini menuntut seseorang untuk dapat membaca secara memadai. Jika seorang dewasa tidak dapat membaca secara memadai, hidupnya bisa penuh dengan tantangan. Meskipun kata-kata visual hanyalah salah satu bidang dari literasi membaca, penguasaan kata-kata visual merupakan fondasi yang mengarah pada keterampilan membaca lainnya seperti kelancaran, kosakata, dan pemahaman. Hal ini juga mengarah pada peningkatan rasa percaya diri dan motivasi saat membaca.

Secara historis, tujuan untuk mencapai peningkatan kemampuan literasi membaca bagi anak-anak dengan disabilitas intelektual masih sulit dijangkau. Hal ini karena pengajaran membaca secara tradisional berfokus pada pengajaran kata-kata dan kosakata dasar fungsional, seperti membaca nama jalan dan nama kawasan pinggiran kota, atau mengenali rambu-rambu keselamatan yang penting. Metode ini tidak produktif, dalam arti bahwa anak-anak tidak mempelajari logika sistem alfabetis, sehingga mereka tidak memiliki banyak harapan untuk menggeneralisasikan apa yang telah mereka pelajari ke kata-kata baru (yang belum dipelajari). Sementara itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak-anak ini mendapatkan manfaat dari pengajaran berkualitas tinggi yang mencakup membaca dan pemahaman. Terlepas dari peran penting yang dimainkan oleh literasi membaca dalam kurikulum sekolah, banyak anak dengan disabilitas intelektual memiliki peluang terbatas untuk memperoleh kemampuan membaca yang efektif karena rendahnya kualitas pengajaran membaca atau ketiadaannya, dan hal ini sering kali disertai dengan rendahnya ekspektasi akademik para guru. Akibatnya, anak-anak dengan disabilitas intelektual semakin tertinggal dalam membaca. Hal ini disebabkan oleh adanya kesenjangan dalam basis pengetahuan mengenai pengajaran membaca yang efektif bagi anak-anak dengan disabilitas intelektual.

Literasi membaca bagi anak-anak dengan disabilitas intelektual dianggap sebagai salah satu keterampilan kemandirian yang paling penting, karena hal tersebut meningkatkan kemampuan mereka untuk belajar secara mandiri, serta memperoleh dan mempertahankan pekerjaan di masa depan. Namun, sering kali sebagian guru berasumsi bahwa anak-anak ini tidak mampu memetik manfaat dari belajar membaca, mengingat mereka memandang tugas-tugas yang terkait dengan hal ini sangat rumit atau tidak perlu. Pandangan ini telah menyebabkan diabaikannya pengajaran membaca bagi mereka.

Sebagai penutup; langkah pertama dalam membantu anak-anak dengan disabilitas intelektual untuk menguasai literasi membaca adalah dengan mengasumsikan kompetensi dalam kemampuan mereka untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan tersebut. Ini berarti mengesampingkan keraguan dan prasangka tentang apa yang mungkin dapat dicapai oleh anak berdasarkan klasifikasi disabilitasnya atau evaluasi skor IQ. Sebaliknya; kita mengajar seolah-olah anak tersebut akan belajar. Dengan kata lain; mengasumsikan kompetensi pada anak-anak dengan disabilitas intelektual adalah keyakinan bahwa semua anak dapat memperoleh keterampilan yang berharga jika diberikan pengajaran dan dukungan yang tepat.

Adnan Al-Hazmi

Anggota staf pengajar di Universitas Taibah / Departemen Pendidikan Khusus

Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.

Masukkan informasi kontak

Kami akan menghubungi Anda dalam 24 jam.