15% Anak di Arab Saudi Mengalami Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas
20 Oktober 2021
15% anak-anak di Kerajaan Arab Saudi mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas adalah gangguan perkembangan saraf yang sering terjadi pada anak-anak, tetapi juga dapat didiagnosis pada masa dewasa.
Gejala gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas meliputi:
Kesulitan dalam memperhatikan atau berkonsentrasi
Kesulitan dalam mengorganisasi
Lupa untuk menyelesaikan tugas
Kesulitan untuk duduk tenang
Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas terbagi menjadi 3 jenis:
Hiperaktivitas saja
Kurang konsentrasi saja
Hiperaktivitas dan kurang konsentrasi
Terkadang kondisi ini sulit untuk didiagnosis. Banyak gejala gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas yang dianggap sebagai perilaku wajar pada masa kanak-kanak, sehingga mungkin sulit untuk membedakan apa yang terkait dengannya dan apa yang tidak. Berikut adalah gejala-gejala utama gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.
Perbedaan Gejala
Laki-laki dan perempuan dapat menunjukkan gejala gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas yang sangat berbeda, dan sifat gejala gangguan pada laki-laki mungkin memperlihatkan kondisi mereka secara lebih jelas dibandingkan pada perempuan.
Laki-laki cenderung menunjukkan gejala-gejala eksternal yang merupakan gejala paling umum dari gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas, di antaranya:
Impulsivitas atau "bertindak tanpa berpikir"
Hiperaktivitas, seperti berlari dan melompat
Kurangnya konsentrasi dan kurangnya perhatian
Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas pada anak perempuan terkadang terabaikan karena gejalanya tidak sejelas pada anak laki-laki. Ini dapat meliputi:
Sifat tertutup
Rendahnya rasa percaya diri dan kecemasan
Perhatian yang lemah yang dapat menyebabkan kesulitan dalam prestasi belajar
Kurangnya perhatian
Agresi verbal
Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas beserta kondisi lainnya
Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas tidak meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi atau penyakit lain, tetapi sebagian orang dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas lebih rentan mengalami kondisi lain. Terkadang kondisi-kondisi ini dapat menimbulkan kesulitan dalam situasi sosial atau sekolah.
Kondisi-kondisi ini mencakup:
Kesulitan belajar
Gangguan perilaku dan kesulitan perilaku
Gangguan kecemasan
Depresi
Gangguan bipolar
Sindrom Tourette
Gangguan tidur
5 fakta seputar gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas
Kemungkinan laki-laki mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas tiga kali lebih tinggi dibandingkan perempuan.
Sementara 13% pria didiagnosis dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas, hanya 4,2% wanita yang didiagnosis.
Usia rata-rata untuk diagnosis gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas adalah 7 tahun.
Gejala gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas biasanya pertama kali muncul antara usia 3 dan 6 tahun.
Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas bukan sekadar gangguan pada masa kanak-kanak.
Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.






