skip to content
Ynmo
Untuk Keluarga

Beberapa Kesalahpahaman di Negara Berkembang tentang Penyandang Disabilitas

7 Agustus 2019

Keyakinan yang keliru dan prasangka seputar disabilitas menjadi penghalang bagi partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan praktis. Beberapa keyakinan yang keliru tersebar luas di negara-negara berkembang mengenai penyandang disabilitas, dan keyakinan ini berpusat pada beberapa poin yang kami ulas dalam artikel ini:

  • Penyandang disabilitas tidak mampu berkontribusi dalam melayani keluarga dan masyarakat:

Keyakinan semacam ini lazim terutama di Afrika Selatan bahwa penyandang disabilitas tidak mampu mandiri atau produktif. Keyakinan yang berlaku adalah bahwa mereka membutuhkan bantuan terus-menerus.

  • Penyandang disabilitas tidak mampu membangun hubungan pernikahan yang sukses:

Di sejumlah negara Afrika seperti Uganda dan Kenya, hubungan pernikahan antara pasangan penyandang disabilitas dipandang dengan cemoohan, sedangkan di India, Nepal, dan Bangladesh, keluarga dari anak perempuan penyandang disabilitas mengatur pernikahan bagi siapa saja yang menerima disabilitas anak perempuan tersebut. Mereka meyakini bahwa penyandang disabilitas tidak memiliki sifat-sifat yang diperlukan untuk membangun hubungan pernikahan yang sukses.

  • Penyandang disabilitas tidak mampu melapor terkait kekerasan seksual:

Ketika penyandang disabilitas dituduh tidak mampu memahami apa yang terjadi atau bahkan melaporkan penyerangan seksual, terutama disabilitas intelektual atau visual. Impunitas yang dihadapi para pelaku kejahatan dapat memperburuk keadaan, dan tidak adanya pelaporan mungkin berkaitan dengan stigma yang di beberapa negara dianggap tabu atau aib.

  • Penyandang disabilitas membawa nasib buruk:

Ini dianggap sebagai salah satu kesalahpahaman yang tersebar luas terutama di Afrika Selatan, anak-anak dan keluarga mereka yang menyandang disabilitas dihindari karena takut bahwa mereka membawa nasib buruk bagi orang lain, baik sengaja maupun tidak sengaja. Ini mencakup wanita hamil karena takut bayinya terkontaminasi! Keyakinan ini meluas ke ruang kelas di mana orang tua lebih memilih agar anak-anak mereka yang normal tidak berinteraksi dengan anak-anak penyandang disabilitas.

  • Tubuh penyandang disabilitas memiliki khasiat magis:

Penyihir dan praktisi yang tidak berhati nurani membunuh dan memutilasi penyandang disabilitas untuk digunakan dalam ritual mereka demi membantu individu menjadi kaya atau pesaing yang sukses.

Disusun oleh: Sabrin Al-Jadani

Sumber

.https://assets.publishing.service.gov.uk/media/5b18fe3240f0b634aec30791/Disability_stigma_in_developing_countries.pdf

Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.

Masukkan informasi kontak

Kami akan menghubungi Anda dalam 24 jam.