Tantangan Terbesar yang Dihadapi Guru Pendidikan Khusus
17 Oktober 2021
Guru, sebagai salah satu pilar proses pendidikan/pembelajaran, telah mendapatkan perhatian besar dari berbagai studi dan penelitian yang berupaya mengembangkannya dan memajukan proses pendidikan, melalui penyediaan guru-guru yang kompeten yang mampu menanggung beban mendidik siswa penyandang disabilitas. Ada banyak tantangan yang dihadapi guru siswa penyandang disabilitas, kami menyebutkan beberapa di antaranya:
Tanggung jawab non-pengajaran
Banyak guru dilatih untuk bersiap mengajar, namun mereka mendapati diri mereka terbebani oleh tanggung jawab yang membawa mereka keluar dari ruang kelas. Mereka sering kali mendapati diri mereka berkewajiban untuk menghadiri rapat, melakukan asesmen, dan menangani banyak pekerjaan administratif.
Kurangnya dukungan
Pada saat banyak distrik pendidikan besar mengalami tingkat pertumbuhan yang tinggi, guru pendidikan khusus dituntut untuk berusaha lebih keras dan sering kali hanya ada sedikit sekali bantuan teknis yang diberikan oleh manajemen sekolah.
Menangani berbagai disabilitas
Kelas guru pendidikan khusus mungkin berisikan siswa dengan berbagai disabilitas yang berbeda. Karena setiap siswa merupakan kasus yang unik, guru harus menyesuaikan pelajarannya agar sesuai untuk setiap siswa melalui penyediaan program pembelajaran individual.
Isolasi profesional
Sifat pekerjaan guru pendidikan khusus sangat berbeda dari pekerjaan guru konvensional, dan akibatnya guru pendidikan khusus sering kali bekerja dengan kelompok yang lebih kecil dan mungkin berfokus pada keterampilan alih-alih konten, yang mengarah pada persepsi bahwa pekerjaan mereka lebih mudah atau kurang penting.
Kurangnya dukungan dari orang tua
Sebagian orang tua dari anak-anak penyandang disabilitas peduli terhadap kesejahteraan anak-anak mereka namun gagal memberikan perawatan yang tepat bagi mereka. Orang tua yang terlalu protektif mungkin memiliki ekspektasi yang tidak realistis terhadap anak dan guru anak tersebut, dan perlindungan yang berlebihan sering kali menurunkan rasa percaya diri anak-anak mereka serta mempersulit mereka untuk belajar.
Dan orang tua yang tidak peduli mungkin tidak berpartisipasi dalam pendidikan anak-anak mereka atau tidak berinteraksi dengan guru-guru mereka, yang menyebabkan siswa menjadi kurang termotivasi dan kurang terdidik.
Kesulitan kedisiplinan di ruang kelas bagi penyandang disabilitas
Anak-anak penyandang disabilitas mungkin mengalami berbagai masalah perilaku seperti rentang perhatian yang pendek atau ketidakmampuan memahami apa yang diajarkan, oleh karena itu guru pendidikan khusus harus mempelajari cara menangani masalah-masalah ini serta cara mengambil langkah-langkah yang tepat.
Sumber:
Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.






