skip to content
Ynmo
Untuk Keluarga

Intervensi Dini

12 Mei 2018

Bagi siapa pun yang mencermati bidang pendidikan khusus, terlihat jelas bahwa ada banyak pencapaian yang telah diraih,

serta banyak isu yang masih menyita pikiran!

Namun, isu intervensi dini terus membuktikan eksistensinya di bidang ini; intervensi dini memiliki peran yang krusial dan penting dalam bidang pendidikan khusus serta dalam kehidupan anak.

Pertama-tama, apa itu intervensi dini?

Intervensi dini adalah serangkaian prosedur terorganisasi yang bertujuan untuk mendorong perkembangan semaksimal mungkin bagi anak-anak berkebutuhan khusus di bawah usia enam tahun, serta memperkuat kompetensi fungsional keluarga mereka.

Banyak penelitian telah membuktikan bahwa pemberian pengalaman pendidikan dan sosial selama tahun-tahun pertama kehidupan anak (hingga usia 6 tahun) berpengaruh secara positif terhadap perkembangannya di semua aspek.

Penelitian juga menunjukkan bahwa program intervensi dini memiliki dampak penting pada ibu dari anak-anak tersebut, dan dari sinilah pentingnya periode usia anak ini ditekankan bagi perkembangan masa depannya.

Perlu dicatat bahwa sifat layanan intervensi dini dan cara penyampaiannya berbeda dari satu anak ke anak lainnya sesuai dengan perbedaan kebutuhan masing-masing.

Tujuan utama dari intervensi dini dalam bidang pendidikan khusus adalah:

  • Mengurangi dampak negatif disabilitas pada anak dan keluarganya dalam aspek sosial, akademik, perilaku, dan psikologis.
  • Meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap anak, pemahaman terhadap kebutuhannya, serta pemanfaatan kemampuannya.
  • Intervensi dini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara anak dan orang tuanya melalui pelatihan berbagai keterampilan dan cara keduanya hidup berdampingan satu sama lain.
  • Intervensi dini juga penting untuk mencegah keterlambatan bahasa dan mengembangkan kemampuan emosional serta sosial anak, yang tanpa ragu merupakan elemen-elemen yang dibutuhkan oleh anak maupun keluarganya.
  • Intervensi dini juga memiliki dampak besar pada adaptasi keluarga dan pengurangan beban finansial serta moral di masa depan akibat adanya kondisi disabilitas pada keluarga tersebut.
  • Oleh karena itu, tujuan akhir dari intervensi dini adalah menerapkan strategi pencegahan untuk mengurangi angka kejadian atau tingkat keparahan kondisi disabilitas atau ketidakmampuan, dan strategi pencegahan tersebut bisa bersifat primer atau sekunder.

Kelompok sasaran anak-anak yang diberikan program intervensi dini:

1- Anak-anak yang mengalami keterlambatan perkembangan

2- Anak-anak yang kondisi medisnya memburuk hingga menjadi keterlambatan perkembangan

3- Anak-anak yang berisiko mengalami keterlambatan perkembangan jika program intervensi dini tidak diberikan kepada mereka.

Intervensi dini memiliki beberapa bentuk, di antaranya:

  • Intervensi dini di pusat layanan dan di rumah secara bersamaan.
  • Intervensi dini di rumah sakit.
  • Intervensi dini melalui media massa (kesadaran/edukasi publik).

Melalui pembahasan tentang intervensi dini, terlintas di benak mengenai bagaimana dan apa saja metode pemberian layanannya?

Dalam pendidikan, istilah metode pemberian layanan (Service delivery) digunakan dengan arti pengaturan administratif yang digunakan untuk menyampaikan bantuan pendidikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

Metode-metode ini dahulu didefinisikan berdasarkan jenis kerangka spasial tempat layanan tersebut diberikan (kelas inklusi, kelas khusus, ruang sumber, sekolah harian, sekolah berasrama, di dalam rumah).

Kecenderungan ini mendorong para peneliti dan profesional untuk memusatkan perhatian pada isu di mana anak harus ditempatkan, lebih daripada perhatian pada isu apa yang harus diberikan kepada anak dari tempat tersebut!!

Oleh karena itu, pendidikan khusus harus memberikan sesuatu yang khusus, sesuatu yang ekstra dan luar biasa, lebih dari apa yang diberikan di kelas reguler.

Dunn (In: Peterson, 1987) mengusulkan empat pola pengaturan yang dapat digunakan para profesional untuk membantu murid berkebutuhan khusus; Dunn berfokus pada komponen-komponen program pendidikan khusus dan mendeskripsikan layanan berdasarkan apa yang harus menjadi ciri khas pendidikan khusus.

Masalah pada pendekatan pertama yang berfokus pada tempat dan pendekatan kedua yang berfokus pada konten adalah bahwa keduanya tidak berfokus pada pentingnya prosedur aktual dan praktis yang melaluinya layanan dapat tersampaikan.

Oleh karena itu, muncul pergeseran dari definisi "pemberian layanan", di mana istilah tersebut beralih fokus pada proses (Process).

Definisi ini menekankan pada strategi dan aktivitas yang digunakan dalam memberikan layanan khusus, mencakup perencanaan untuk setiap langkah atau proses berikut:

Siapa yang akan menerima layanan, kapan layanan dimulai dan berapa lama berlangsung, apa saja layanan yang diberikan, di mana layanan akan diberikan, dan siapa yang akan melaksanakan layanan tersebut.

Mengingat metode-metode yang umum saat ini dalam pemberian layanan masih mengikuti cara tradisional, metode-metode ini akan diklasifikasikan menurut pola tempat diberikannya layanan khusus tersebut.

Metode-metode ini terbagi menjadi dua kelompok:

1/ Metode pemberian layanan di dalam rumah.

Pada jenis metode pemberian layanan ini, layanan disampaikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarga mereka di dalam rumah.

Hal itu dilakukan melalui:

  • Dukungan keluarga
  • Program kunjungan keluarga.

2/ Metode pemberian layanan di dalam pusat layanan.

Metode ini mengandalkan keluarga yang membawa anak ke program intervensi dini di salah satu pusat layanan tempat layanan yang diperlukan disediakan oleh para profesional. Intervensi dilakukan secara individual atau dalam kelompok kecil, dan sebagian besar kurikulum cenderung menggunakan model perkembangan dan terapeutik.

Di antara jenis terpenting dari metode ini adalah:

  • Pusat Ibu-Anak.
  • Pusat perawatan perkembangan anak.
  • Pusat inklusi terbalik.
  • Taman kanak-kanak.

Terakhir,

Keluarga memainkan peran yang sangat besar melalui partisipasi dalam program-program intervensi dini, dan dampak program tersebut harus diperluas kepada seluruh anggota keluarga, agar manfaatnya dirasakan oleh keluarga dan anak secara khusus.

Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.

Masukkan informasi kontak

Kami akan menghubungi Anda dalam 24 jam.