Bagaimana Seharusnya Kesadaran di Bulan Autisme?
31 Oktober 2021
Penulis merangkum sejumlah gagasan mengenai bagaimana seharusnya “kesadaran autisme” itu.
1. “Kesadaran autisme” harus dicapai melalui pengetahuan tentang metode terapi efektif yang telah terbukti secara ilmiah, serta pengetahuan tentang metode-metode lain yang tidak memiliki dasar ilmiah. Terdapat lebih dari 400 metode yang dipromosikan dapat membantu individu dengan autisme. Tidak diragukan lagi bahwa mengakses metode terapi yang tepat dan memperoleh informasi dengan rujukan ilmiah merupakan salah satu tantangan yang dihadapi para orang tua.
2. “Kesadaran autisme” dimulai dari semua individu di sekitar anak-anak dengan autisme: para ayah, ibu, saudara kandung, guru, penyedia terapi, administrator, dan koordinator program memikul tanggung jawab dalam pengambilan keputusan mengenai intervensi dini yang efektif, bukan hanya orang tua. Banyak individu dengan autisme tidak memperoleh layanan terapi yang efektif, melainkan menerima layanan yang tidak baik. Penulis menunjukkan bahwa setiap menit atau dolar yang terbuang dalam intervensi yang tidak efektif pada hakikatnya adalah pemborosan waktu dan pengurasan sumber daya.
3. “Kesadaran autisme” harus diwujudkan melalui pengetahuan akan informasi yang benar di internet dan verifikasi dari sumber tepercaya yang memiliki rujukan ilmiah.
4. “Kesadaran autisme” terletak pada pentingnya peran pers dan media dalam menyajikan laporan dan informasi yang akurat mengenai autisme. Sayangnya, media sering kali berfokus pada metode-metode yang tidak terbukti dan tidak efektif. Sebaliknya, metode-metode yang efektif justru dikesampingkan dan tidak disorot. Penulis berpendapat bahwa sulit bagi kondisi komunitas autisme untuk membaik tanpa adanya gambaran yang benar dan akurat yang mendeskripsikan autisme di media.
5. “Kesadaran autisme” berarti tersedianya akses bagi anak-anak yang baru didiagnosis autisme ke layanan intervensi dini yang efektif sesegera mungkin. Intervensi dini membawa perbedaan besar, seperti meningkatkan kesiapan sekolah anak-anak dan menghemat sumber daya dalam jumlah yang sangat besar.
6. “Kesadaran autisme” berarti menanamkan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi individu dengan gangguan autisme melalui penyediaan layanan yang sesuai. Penelitian telah membuktikan efektivitas intervensi seperti analisis perilaku terapan. Di sini penulis menegaskan bahwa kita harus memfokuskan diskusi kita pada cara membantu individu dengan autisme untuk hidup dan bekerja secara mandiri, serta membantu mereka mengurangi tantangan perilaku yang mereka hadapi. Dan bukanlah demi kepentingan individu dengan autisme jika percakapan kita berpusat pada kesembuhan dari autisme.
7. “Kesadaran autisme” berarti mendukung penyedia layanan untuk menggunakan metode-metode ilmiah yang terbukti. Penulis memandang pentingnya menggunakan metode ilmiah yang dapat digunakan untuk menyusun tujuan objektif, mengumpulkan data, dan mengukur hasil.
8. “Kesadaran autisme” mencakup pentingnya mengakui bahwa ada banyak penelitian yang hasilnya dapat ditinjau dan dimanfaatkan oleh penyedia layanan. Sebagai contoh, jika penyedia layanan ingin menemukan solusi untuk meningkatkan keterampilan percakapan atau memperkuat keterampilan akademik, mereka dapat merujuk pada penelitian terkini yang berkaitan dengan topik-topik tersebut.
9. “Kesadaran autisme” berarti mengetahui dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh keluarga dari individu dengan autisme. Penulis menjelaskan di sini bahwa ada banyak tantangan, seperti tidak diundangnya para keluarga dan anak-anak mereka ke berbagai acara atau tidak adanya interaksi antara siswa dengan autisme dan teman sebaya mereka. Penulis menunjukkan pentingnya mengintegrasikan individu dengan autisme ke dalam berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan rekreasi.
10. “Kesadaran autisme” berarti menyadari bahwa ratusan ribu anak dengan autisme saat ini akan menjadi ratusan ribu orang dewasa dalam beberapa tahun mendatang. Penulis menyoroti kelangkaan layanan yang tersedia bagi orang dewasa dengan autisme dan ketiadaan strategi yang jelas untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan yang terus meningkat dan ketidaksiapan bagi kelompok usia ini.
Penulis mengakhiri artikelnya dengan menegaskan pentingnya kesadaran sejati mengenai gangguan spektrum autisme yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup individu-individu tersebut beserta keluarga mereka.
Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.






