Latihan Menggunakan Toilet
25 Oktober 2021
Mengajari anak Anda cara menggunakan toilet dengan benar bisa menjadi tugas yang membutuhkan banyak waktu dan kesabaran, baik anak tersebut menyandang gangguan spektrum autisme maupun tidak. Namun, jika anak Anda menyandang gangguan spektrum autisme, proses latihan buang air (toilet training) mungkin memerlukan waktu lebih lama dan melibatkan beberapa tantangan khusus.
Beberapa tanda yang tepat untuk memulai latihan buang air:
- Jika anak Anda mulai menyadari kebutuhan untuk pergi ke toilet.
- Jika Anda melihat perubahan dalam pola perilaku anak Anda, seperti tampak merasa tidak nyaman atau terganggu ketika pakaiannya basah atau kotor.
- Jika Anda melihat anak Anda menyadari bahwa ia mulai/selesai buang air kecil atau buang air besar.
- Jika anak Anda menunjukkan minat untuk menggunakan toilet atau menggunakannya sendiri tanpa diminta.
- Anak tidak buang air kecil setidaknya selama dua jam di popok.
- Jika anak Anda mulai memberi tahu Anda dengan kata-kata atau isyarat saat ia buang air kecil atau buang air besar di popoknya.
- Jika anak Anda memberi tahu Anda dengan kata-kata atau isyarat sebelum buang air kecil atau buang air besar, ia siap untuk latihan menggunakan toilet.
- Jika ia tidak suka memakai popok, mungkin ia mencoba menariknya ketika basah atau kotor
Catatan: Tidak harus semua tanda ini ada pada anak Anda.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai latihan buang air:
Kondisi fisik: Pastikan anak tidak memiliki masalah kesehatan apa pun, misalnya: masalah kandung kemih atau usus, atau kesulitan mengendalikan proses pembuangan. Jika ada masalah kesehatan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis.
Bahasa dan komunikasi: Banyak anak dengan gangguan spektrum autisme menghadapi tantangan dalam memahami dan menggunakan bahasa. Misalnya: kencing - kotoran (BAB) - bersih - basah - kotor.
Melepas pakaian: Beberapa anak dengan gangguan spektrum autisme merasa kesulitan untuk menurunkan atau menaikkan celana mereka.
Rasa takut: Beberapa anak dengan gangguan spektrum autisme takut duduk di dudukan toilet atau mendengar suara siraman (flush). Membiasakan anak Anda dengan toilet dapat dilakukan menggunakan jadwal visual dan menjadikannya bagian dari
rutinitas, dan hal itu membantu mengurangi ketakutan anak Anda.
Catatan: Beberapa anak dengan gangguan spektrum autisme mungkin tidak menyadari bahwa mereka perlu pergi ke toilet atau bahwa pakaian mereka basah atau kotor.
Menggunakan toilet yang berbeda: Beberapa anak dengan gangguan spektrum autisme mempelajari rutinitas toilet di rumah atau sekolah, tetapi kesulitan untuk menggeneralisasi keterampilan tersebut di tempat lain, seperti toilet umum.
Memulai latihan buang air:
Tips di bawah ini dapat membantu dalam latihan buang air.
Pengaturan waktu:
- Dudukkan anak Anda di dudukan toilet pada waktu-waktu saat Anda melihat ia sering buang air besar, seperti 30 menit setelah makan atau setelah mandi. Hal ini tidak berlaku untuk semua anak.
- Perhatikan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa anak Anda perlu pergi ke toilet – beberapa isyarat mencakup perubahan gerakan, buang angin, atau berpindah ke ruangan lain sendirian.
- Jika anak Anda tidak buang air kecil atau buang air besar setelah 3–5 menit duduk di dudukan toilet, sebaiknya hentikan karena mendudukkannya dalam waktu lama dapat terasa seperti hukuman baginya.
Mendorong anak:
- Pujilah anak Anda atas usahanya (meskipun kemajuannya lambat):
Anda dapat mengatakan, "Bagus sekali sudah duduk di toilet." Ini memberi tahu anak Anda bahwa ia melakukan hal yang baik.
- Kurangi pujian secara bertahap saat anak Anda menguasai setiap bagian dari proses tersebut.
- Tanyakan kepada anak Anda di berbagai kesempatan sepanjang hari (tetapi jangan terlalu sering) apakah ia perlu pergi ke toilet.
- Jika anak Anda terlambat ke toilet, cobalah untuk tidak merasa frustrasi. Anak-anak biasanya tidak mengalami insiden mengompol secara sengaja, jadi hadapilah situasi tersebut secara positif.
Celana dan pakaian
- Berhentilah menggunakan popok (kecuali saat tidur malam atau tidur siang).
- Mulailah menggunakan celana dalam atau celana latihan (training pants) sepanjang waktu. Anda bahkan bisa membiarkan anak Anda memilih beberapa celana dalam, yang bisa menjadi langkah menyenangkan baginya.
- Pakaikan anak Anda pakaian yang mudah dilepas – misalnya: celana dengan karet pinggang elastis alih-alih pakaian terusan. Dalam cuaca panas, Anda mungkin ingin membiarkan anak Anda hanya mengenakan celana dalam saat berada di rumah.
Kebersihan
- Usap area bawah sampai anak Anda belajar cara membersihkannya sendiri. Ingatlah untuk mengusap dari depan ke belakang, terutama untuk anak perempuan.
- Ajari anak laki-laki Anda untuk memegang alat kelaminnya saat buang air kecil.
- Ajari anak Anda cara mencuci tangan setelah menggunakan toilet. Ini bisa menjadi aktivitas menyenangkan yang disukai anak Anda sebagai bagian dari rutinitas.
Ingatlah bahwa menggunakan toilet secara mandiri adalah tujuan akhir dan mungkin memerlukan waktu beberapa bulan, tetapi akan ada banyak langkah kecil dan keberhasilan di sepanjang perjalanan.
Ada faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan:
- Saat mengganti popok anak Anda, lakukan di toilet agar ia dapat mulai menghubungkan aktivitas buang air dengan toilet.
- Anak Anda mungkin bertindak berbeda dari biasanya ketika rutinitasnya berubah, jadi beri tahu semua orang yang merawatnya mengapa perubahan perilaku tersebut bisa terjadi.
- Pastikan setiap orang yang bekerja dengan anak Anda memulai latihan buang air pada waktu yang sama dan mengikuti pendekatan yang telah Anda sepakati.
- Amati anak Anda selama beberapa hari untuk melihat kapan ia buang air kecil atau buang air besar. Mengidentifikasi pola yang teratur dapat membantu Anda membawa anak Anda ke toilet.
- Terus bawa anak Anda pada waktu-waktu tertentu berdasarkan pengamatan Anda. Jika anak Anda membasahi dirinya, bawalah ke toilet secepat mungkin. Abaikan basah atau kecelakaan yang terjadi secara tidak sengaja pada anak Anda, hadapi situasi secara positif, dan lanjutkan rutinitas harian dalam melatih penggunaan toilet.
- Gunakan urutan visual di samping toilet untuk membantu anak Anda memahami apa yang diharapkan darinya. Urutan tersebut bisa berupa gambar atau kata-kata tertulis – mana saja yang lebih cocok untuk anak Anda.
- Pastikan gambar atau instruksi apa pun sangat jelas. Gunakan gambar yang jelas bagi anak saat menyajikan instruksi.
- Tunjukkan kepada anak Anda gambar atau ilustrasi toilet dan katakan "[Nama anak], toilet", bawa ia ke toilet, ikuti urutan visual untuk melepas pakaiannya, dan dudukkan anak Anda di dudukan toilet.
- Menentukan hadiah (reward). Buatlah daftar hal-hal favorit anak Anda, seperti makanan, mainan, dan video. Hadiah dapat dibagi menjadi: hadiah saat pergi ke toilet, hadiah setelah selesai dari toilet.
Langkah-langkah melatih anak dengan gangguan spektrum autisme untuk menggunakan toilet:

Sumber:
.https://raisingchildren.net.au/autism/health-daily-care/toileting/toilet-training-autism
Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.





