
15 Strategi untuk Membantu Siswa ADHD Belajar
14 Oktober 2019
Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (biasanya disebut sebagai ADHD) adalah suatu kondisi yang berkembang pada masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga usia dewasa. Gejalanya terangkum dalam kurangnya perhatian, perilaku impulsif, tantangan dalam pengendalian diri, dan hiperaktivitas.
Jika Anda adalah seorang guru bagi anak dengan ADHD, daftar ini memuat lima belas strategi sederhana untuk membantu Anda meningkatkan cara berinteraksi dengannya di lingkungan pendidikan Anda:
Daftar sekarang dan rancang program individual dengan sangat mudah
Strategi untuk ruang kelas:
- Jelaskan aturan kelas secara ringkas, dan tinjau secara berkala bersama siswa. Bermanfaat bagi anak untuk mengulangi aturan atau instruksi lainnya guna memastikan pemahamannya, dan aturan-aturan ini harus dipajang di tempat yang menonjol di dalam kelas.
- Mintalah siswa duduk dekat dengan guru, karena siswa dengan ADHD lebih rentan terhadap risiko. Pastikan ia duduk jauh dari sumber bahaya yang diperkirakan, seperti pintu, jendela, atau area yang ramai.
- Berikan siswa umpan balik yang sering dan langsung mengenai perilaku yang ia tunjukkan.
- Fokuslah pada perilaku positif siswa dan berikan apresiasi dengan pujian langsung, serta abaikan perilaku yang tidak diinginkan.
- Gunakan penghargaan dan insentif sebelum hukuman untuk memotivasi siswa, serta untuk membantu mempertahankan keterikatan sekolah dengan perasaan yang positif. Perbarui jenis penghargaan secara terus-menerus guna mencegah rasa bosan pada siswa.
- Izinkan siswa mengambil jeda istirahat yang sering dari duduk, mintalah ia melakukan beberapa aktivitas gerak seperti: (membagikan atau mengumpulkan materi, menghapus papan tulis, minum air, dll.).
- Beri siswa jeda dari tugas-tugas, karena metode ini dapat membantunya untuk terus bertahan dalam menyelesaikan tugas.
- Tuliskan aturan kelas pada kartu dan tempelkan di meja belajar siswa. Kemudian bantulah ia mematuhi jadwal waktu dengan meninjaunya bersama di berbagai waktu sepanjang hari.
- Kurangi sebisa mungkin distraksi eksternal, kebisingan, distraksi visual, dan ketidakteraturan di tempat tersebut.
- Ringankan beban tugas yang panjang bagi siswa dengan membagi tugas menjadi langkah-langkah kecil.
- Berikan instruksi ringkas yang terdiri dari satu atau dua langkah.
- Letakkan tangan Anda di bahu, tangan, atau lengan siswa saat berbicara dengannya untuk membantunya fokus pada percakapan.
- Jadwalkan mata pelajaran yang paling sulit di awal pagi hari sekolah, karena siswa (dan seluruh kelas) berada dalam kondisi paling berenergi dan lebih sedikit lelah.
- Gunakan pengatur waktu atau isyarat verbal untuk memperjelas sisa waktu yang dimiliki siswa dalam aktivitas yang sedang dijalaninya.
- Tentukan teman belajar bagi siswa. Maksudnya, mintalah salah satu teman sekelas yang kooperatif untuk bertindak mengingatkan siswa atau mengarahkan kembali fokusnya ketika ia keluar jalur.
Strategi yang berhasil dalam mengajar siswa dengan ADHD mencakup tiga pendekatan, yaitu: pengajaran akademik, intervensi perilaku, dan modifikasi lingkungan kelas. Penerapannya secara teratur di dalam kelas bermanfaat bagi siswa dengan ADHD maupun lingkungan belajar di seluruh kelas.
Sumber
https://www.verywellmind.com/help-for-students-with-adhd-20538
Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.






