skip to content
Ynmo
Untuk Profesional

Strategi Video Self-Modeling dan Perannya dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca pada Siswa dengan Kesulitan Membaca

12 Mei 2018

Strategi pemodelan diri dengan video (video self-modeling) merupakan salah satu strategi berbasis bukti yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan perilaku dan akademik pada individu penyandang disabilitas. Berdasarkan strategi ini, video anak yang sedang melakukan keterampilan target dengan sukses direkam, kemudian anak diminta untuk menonton video tersebut dan mengamati dirinya sendiri saat melakukan perilaku target untuk menirunya hingga ia mampu melakukannya secara mandiri dan berhasil. Upaya yang dilakukan oleh Creer dan Miklich pada tahun (1970) tergolong sebagai salah satu upaya awal yang menonjolkan efektivitas penggunaan strategi ini untuk memodifikasi perilaku sosial yang tidak pantas, di mana mereka menerapkan strategi pemodelan diri dengan video untuk memodifikasi perilaku seorang anak berusia sepuluh tahun yang tinggal di salah satu pusat perawatan untuk kasus asma bronkial. Anak tersebut menunjukkan banyak perilaku tidak pantas yang membatasi integrasinya dengan anak-anak yang terdaftar di pusat perawatan tersebut. Anak tersebut telah menjalani beberapa intervensi perilaku namun tidak merespons sebagaimana mestinya sampai Creer dan Miklich merancang intervensi perilaku yang mengandalkan penerapan strategi pemodelan diri dengan video, di mana anak tersebut direkam saat melakukan perilaku yang diinginkan secara sosial sebagaimana mestinya. Setelah anak tersebut menonton perilaku-perilaku itu, ia berhasil menerapkannya, yang berkontribusi pada keberhasilan integrasinya dengan teman-teman sebayanya.

Setelah strategi ini berhasil diterapkan untuk mendukung perilaku yang diinginkan pada siswa, para peneliti beralih mengevaluasi efektivitas penerapannya pada siswa penyandang disabilitas guna meningkatkan pencapaian akademik mereka. Upaya-upaya tersebut mendorong munculnya sejumlah studi yang membahas efektivitas penggunaan strategi pemodelan diri dengan video untuk mengembangkan keterampilan membaca pada siswa sekolah dasar yang memiliki kesulitan membaca, terutama karena 80% siswa yang diklasifikasikan dalam kategori kesulitan belajar didiagnosis memiliki kesulitan membaca. Hasil studi-studi tersebut menunjukkan efektivitas penggunaan strategi ini pada siswa dengan kesulitan membaca, serta siswa dengan masalah membaca; di mana intervensi membaca yang dirancang dengan menyertakan penggunaan pemodelan diri dengan video sebagai salah satu komponen penting intervensi telah berkontribusi meningkatkan pencapaian siswa dalam mata pelajaran membaca secara signifikan. Efektivitas intervensi ini juga terlihat jelas dalam meningkatkan kelancaran membaca pada siswa, di mana strategi tersebut memperkuat kemampuan siswa untuk membaca teks bacaan yang berisi sejumlah kata tertentu, dalam periode waktu tertentu, dan secara benar, sehingga merangsang keterampilan pemahaman membaca mereka. Perlu dicatat bahwa penerapan strategi pemodelan diri dengan video bersama strategi lain seperti strategi pengajaran teman sebaya (peer tutoring), peta cerita (story map), atau pemantauan diri (self-monitoring) berkontribusi meningkatkan perolehan membaca mereka secara efektif yang dapat memperkecil kesenjangan pencapaian membaca antara mereka dan teman sebaya yang tidak menunjukkan masalah membaca.

Hal yang semakin menambah pentingnya strategi ini adalah kemungkinan penerapannya di rumah dan di sekolah melalui langkah-langkah sederhana yang dapat dilaksanakan sebagai berikut:

1- Tentukan teks bacaan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, dengan mempertimbangkan penentuan jumlah kata dalam teks dan keterampilan membaca yang dimuat secara tepat

2- Tentukan perangkat elektronik yang dapat digunakan dengan mudah dan mandiri oleh siswa, misalnya (iPad, iPhone, Mac); yang melaluinya Anda dapat menggunakan salah satu aplikasi pembantu pengeditan video yang baik seperti aplikasi (iMovie).

3- Bagilah teks bacaan menjadi beberapa kalimat, bacalah kalimat pertama, mintalah siswa membacanya, dan rekamlah ia melalui video. Jika siswa membacanya dengan benar dan dengan kecepatan yang sesuai, lanjutkan ke kalimat kedua dan lakukan dengan cara yang sama. Namun jika siswa membaca teks secara tidak benar dan dengan kecepatan yang tidak sesuai, hapus bacaan kalimatnya yang keliru, mintalah ia mengulanginya sampai Anda memperoleh rekaman yang mencerminkan bacaan kalimatnya yang benar, dan seterusnya hingga rekaman bacaan siswa untuk teks secara lengkap dan benar selesai.

4- Tinjau rekaman tersebut sebelum ditonton oleh siswa, dan setelah memastikan kebenarannya, mintalah siswa menontonnya beberapa kali sambil menirukan bacaannya hingga ia mampu membaca teks dengan lancar.

Melalui langkah-langkah ini, tampak jelas bahwa penggunaan strategi pemodelan diri dengan video memungkinkan para guru untuk membagi keterampilan yang ingin diajarkan kepada siswa menjadi beberapa langkah yang sesuai dengan kemampuannya, serta memungkinkan siswa untuk mencoba kembali menguasai setiap langkah hingga terselesaikan sesuai yang diharapkan. Selain itu, ketergantungannya pada penggunaan teknologi merupakan salah satu pendorong terpenting yang memotivasi siswa untuk berprestasi dan mengulangi upaya mereka baik di rumah maupun di sekolah.

Awalnya diterbitkan dalam bahasa Arab. Versi bahasa Indonesia ini dihasilkan melalui terjemahan berbantuan AI; naskah asli berbahasa Arab tetap menjadi acuan.

Masukkan informasi kontak

Kami akan menghubungi Anda dalam 24 jam.